Drs. TGH. Munajib Kholid, dipanggil Tuan Guru Najib, lahir di sebuah dusun yang diberi nama “Kebun Rusak” Desa Sesela Kecamatan Gunungsari Lombok Barat Nusa tenggara Barat 19 Desember 1960 dari pasangan TGH.Muhammad Khalid dan Darmatasiah, sebuah keluarga kecil yang senantiasa pontang panting untuk “merubah” nasib anak-anaknya melalui pekerjaan leluhurnya “tani”. Kendati demikian ia lahir dari sebuah keluarga yang sholeh dan tinggal dalam atmosfer religius yang kental.
Ketika Beliau berusia tujuh tahun, Baliau mulai belajar dan tercatat sebagai seorang santri di madrasah Ibtida’iyah Sesela tahun 1973, di sinilah Beliau belajar ilmu alat seperti ilmu nahwu, ilmu shorof, mantiq, bayan, ma’ani, balaghah, dan lain sebagainya, bahkan sejak kecil Ia sering diajarakan berbagai macam ilmu oleh ayahnya TGH. Muhammad Khalid, seperti membaca al Qur’an, tajwid, I’rob (Nahwu-Shorof).
Setelah selesai belajar di bangku Ibtida’iyah Sesela Beliau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu di sebuah Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Al Magfurullah TGH. Ibrahim Kholidi Kediri. Yang telah membuka jenjang Madrasah Tsanawiyah Kediri dan dinyatakan lulus tahun 1976. Madrasah Aliyah Islamiyah Kediri tahun 1980. Sambil nyantri memperdalam pengetahuan agama islam. Setelah menamatkan pendidikannya pada madrasah Aliyah Kediri lalu melanjutkan studinya pada pakultas tarbiyah IAIN Sunan Ampel Mataram dan menyelesaikan sarjana (S1) Tarbiyah Islamiyah Mataram tahun 1988. Beliau mulai dipercayakan mengajar disebuah pondok pesantren pada waktu masih menjadi seorang mahasiswa pada fakultas Tarbiyah Islamiyah Mataram tahun 1984 sampai sekarang.
Asal Mula Dipanggil TGH
Tuan Guru, begitulah gelar kehormatan yang diberikan oleh masyarakat karena kegigihan Beliau mengamalkan ilmunaya dengan penuh istiqomah di kalangan masyarakat luas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Di samping itu TGH.Munajib Kholid telah berhasil menggagas perubahan nama dusun menjadi “Kebun Indah”, yang ditandai dengan diresmikannya nama tersebut oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat; H. Gatot Suherman. Hal ini membuktikan kepiawaian kepemimpinan TGH. Munajib Kholid dalam mendedikasikan dirinya sebagai pimpinan pondok pesantren Al-Halimy, yang semakin menambah kepercayaan masyarakat tentang keperibadiannya sebagai a umat di masa yang akan datang.
Peran dan pengaruh TGH. Munajib Kholid
BIDANG DAKWAH
Sebagai figur sentral bagi masyarakat sekitar telah mampu merealisasikan dakwah di Desa Sesela dan di luar desa Sesela. Adapun dakwah yang dilaksanakan di desa Sesela berupa pengajian umum yang rutin dilaksanakan 3 kali dalam 1 minggu. Lokasi dan sasaran dakwah terpusat di tiga masjid jami yaitu, masjid Jami Al-Halimy Dusun Kebun Indah, Masjid Jami’ Nur Salam Dusun Sesela Desa, dan Masjid Jami’ Baitul Hamid Dusun Muhajirin. Seiring dengan lokasi tersebut ternyata animo masyarakat untuk menghadiri dakwah yang disampaikan sangat besar. Hal itu bisa dilihat dari kehadiran warga dari 11 dusun yang ada di desa Sesela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten LOBAR. Sedangkan materi yang disampaikan meliputi kajian tauhid, fiqh, akhlak, dan sejarah Islam.
Dengan semangat tri Darma Kepemimpinan yang digelorakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sungtolodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Maka implikasi dari dakwah yang disampaikan TGH. Munajib Kholid bagi masyarakat sangat mendasar sekali, yaitu : mampu merubah paradigma mind set masyarakat akan pentingnya mempelajari ilmu agama seabagai satu kebutuhan dalam hidup.; mampu mengubah cara pelaksanaan ritual ibadah yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya jauh dari perilaku bid’ah seperti ritual shalat terawih yang dilaksanakan dengan tergesa-gesa menyalahi ketentuan syariat Islam. Adapun dari sisi sosial nampak jelas dalam perilaku semangat gotong royong masyarakat dalam memajukan pembangunan sarana ibadah dan pendidikan.
Sedangkan dakwah yang dilaksanakan di luar desa Sesela meliputi tiga kabupaten dan satu kota madya yang sifatnya mingguan, bulanan, triwulan, dan tahunan. Tiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Lombok Barat,Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur dan Kota Madya Mataram . Ketersebaran para Alumni Pondok pesantren Al-Halimy disetiap daerah kabupaten sangat membantu pelaksanaan dakwah islamiyah yang dilakoni Beliau. Keikhlasan,ketekunan dan keistiqamahan Beliau dalam mengemban Amanah Allah yang ada pada diriNya merupakan motivator panggilan jiwa untuk terus bergerilia dalam mengkampanyekan Dakwah islamiyah keseluruh Ummat. Itulah realitas dari Firman Allah dalam Al-Qur’an yang memuji kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai pelaksanaan tugas yang di amanatkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad: “ Dan aku tidak mengutusmu (Muhammad) melaikan sebagai Rahmat bagi seluruh Alam”
BIDANG PENDIDIKAN dan SOSIAL
Ketokohan TGH Munajib Kholid tidak diragukan lagi, hal ini bisa dibuktikan dengan kepiawaian Beliau dalam memanage Organisasi Lembaga Pendidikan yang dipimpinnya. Posisi Dewan Pelaksana Harian (DPH) yang ada di pundaknya, sampai saat ini mampu mengantarkan perkembangan yang pesat bagi pendidikan di pondok pesantren Al-Halimy. Inovasi organisasi yang dilakukan telah menempatkan pengaruh yang sangat besar bagi terlaksananya kegiatan proses, artinya semua komponen kegiatan dalam kependidikan bisa menerima semua bentuk inovasi yang dilakukan.
Karya-karya TGH. Munajib Kholid
- Tafsir Ibnu Kholid; Islam Agamaku Indonesia Bangsaku,
- Keajaiban Sholawat; Terjemah Matan Az-Zubad; Terjemah Alfiyah Al-Irioqy,
- Muhadasah Al-Yaumiyah Lil Mubtadi’in,
- Risalah Maulid; Al-Islamu Diniy,
- Nashi’ul Aulad,
- Fiqhu Zakat,
- Fiqhun Nikah,
- Fiqhus Sholat,
- Silsilatul Lujaini Fi Ilmil Arud Wal Qawafi,
- Al-Barkhul Khotip Fi Ilmi Tauhid,
- Manasik Haji,
- Ilmu Fara'id
- Pendapat Ulama’ Ahlussunnah Wal Jamaah, Tentang Kematian,
- Nguwur Beras Kesangkur Ibarat Dengan Genem Tafakkur Dait Bersyukur,
- Fiqhus Siyam,
- Madrajus Shogir Fi Ilmy Tafsir,
- Membedah kelambu 5 pilar Islam,
- Membakar Bid'ah,
- Syarah Hikam,
- Asrorussolawat,
- Re Julat Telege Ngesat,
- Risalah Alhalimiyah,
- GENEOLOGI TGH Abdul Halim,
- Meriri Benang Krukut.
*Dokumentasi Wawancara dengan TGH. Munajib Khalid di kediaman beliau.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar